Listrik Gorontalo siap dipasok oleh PLTA Poso

2016-09-20

Perkiraan krisis listrik yang mengintip Gorontalo pada tahun 2008 tak akan terjadi. Dengan pembangunan PLTA di Poso yang mampu mensuplai listrik untuk wilayah yang berada disekitar teluk tomini dan sebagian besar sulawesi, Gorontalo bisa terhindar dari krisis listrik. Salah seorang pengusaha Ir. Ahmad Kalla ketika mengunjungi Kantor Gubernur Gorontalo di puncak Botu, Rabu (5/4) mengatakan, dipilihnya pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air dengan pertimbangan jika energi yang dikembangkan melalui cara ini paling murah.

Menurut adik Wapres Yusuf Kalla ini, Jika PLTA ini telah beroperasi, bisa mensuplai listrik sebesar 600 Mega Watt, sehingga bisa mengatasi krisis listrik di wilayah Sulawesi terutama Gorontalo. Ahmad Kalla memperkirakan PLTA ini akan beroperasi pada pertengahan tahun 2007.

Ahmad Kalla menerangkan, PLTA yang dibangun di Poso akan menggunakan system interkoneksi sama dengan yang ada di pulau Jawa dan Sumatera.

Dengan menggunakan system ini, pembangkit bisa berada di Poso, sementara pengguna listrik tersebut berada di wilayah lainnya seperti Gorontalo. Jika ini bisa terlaksana, kemungkinan padamnya lampu tidak akan terjadi.

Dijelaskan oleh Ahmad Kalla ketersediaan listrik yang cukup akan menumbuhkan ekonomi lebih cepat lagi dengan masuknya berbagai investor ke daerah ini.

Potensi Gorontalo sangat besar untuk investasi, kata Ahmad Kalla. Sementara itu Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad ketika dimintai komentarnya seputar pembangunan PLTA Poso ini, mengatakan masalah terbesar yang saat ini dihadapi oleh Gorontalo adalah ketersediaan listrik.

Selama ini untuk membantu penyediaan listrik, kita hanya menggunakan genset. Dengan hadirnya PLTA Poso, kita tak perlu khawatir lagi dengan energi listrik.

Selain itu kata Fadel, dengan menggunakan pembangkit tenaga air,biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah. Jika listrik tersedia, ekonomi bisa tumbuh dan itu nantinya akan bermuara di Provinsi Gorontalo. Selain Ir. Ahmad Kalla, pengusaha lainnya yang hadir yaitu Ir. Airlangga.

Perkiraan krisis listrik yang mengintip Gorontalo pada tahun 2008 tak akan terjadi. Dengan pembangunan PLTA di Poso yang mampu mensuplai listrik untuk wilayah yang berada disekitar teluk tomini dan sebagian besar sulawesi, Gorontalo bisa terhindar dari krisis listrik. Salah seorang pengusaha Ir. Ahmad Kalla ketika mengunjungi Kantor Gubernur Gorontalo di puncak Botu, Rabu (5/4) mengatakan, dipilihnya pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air dengan pertimbangan jika energi yang dikembangkan melalui cara ini paling murah.

Menurut adik Wapres Yusuf Kalla ini, Jika PLTA ini telah beroperasi, bisa mensuplai listrik sebesar 600 Mega Watt, sehingga bisa mengatasi krisis listrik di wilayah Sulawesi terutama Gorontalo. Ahmad Kalla memperkirakan PLTA ini akan beroperasi pada pertengahan tahun 2007.

Ahmad Kalla menerangkan, PLTA yang dibangun di Poso akan menggunakan system interkoneksi sama dengan yang ada di pulau Jawa dan Sumatera.

Dengan menggunakan system ini, pembangkit bisa berada di Poso, sementara pengguna listrik tersebut berada di wilayah lainnya seperti Gorontalo. Jika ini bisa terlaksana, kemungkinan padamnya lampu tidak akan terjadi.

Dijelaskan oleh Ahmad Kalla ketersediaan listrik yang cukup akan menumbuhkan ekonomi lebih cepat lagi dengan masuknya berbagai investor ke daerah ini.

Potensi Gorontalo sangat besar untuk investasi, kata Ahmad Kalla. Sementara itu Gubernur Gorontalo Ir. Fadel Muhammad ketika dimintai komentarnya seputar pembangunan PLTA Poso ini, mengatakan masalah terbesar yang saat ini dihadapi oleh Gorontalo adalah ketersediaan listrik.

Selama ini untuk membantu penyediaan listrik, kita hanya menggunakan genset. Dengan hadirnya PLTA Poso, kita tak perlu khawatir lagi dengan energi listrik.

Selain itu kata Fadel, dengan menggunakan pembangkit tenaga air,biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah. Jika listrik tersedia, ekonomi bisa tumbuh dan itu nantinya akan bermuara di Provinsi Gorontalo. Selain Ir. Ahmad Kalla, pengusaha lainnya yang hadir yaitu Ir. Airlangga.